PP Nomor 69 Tahun 2015 Alat Angkutan Tertentu yang Tidak Dipungut PPN

PP 69 Tahun 2015

Nama Peraturan: Peraturan Pemerintah (PP)

Nomor: 69

Tahun: 2015

Mengatur tentang: Impor dan Penyerahan Alat Angkutan Tertentu dan Penyerahan Jasa Kena Pajak terkait Alat Angkutan Tertentu yang tidak Dipungut Pajak Pertambahan Nilai.

Tanggal Ditandatangani: 16 September 2015

Mulai Berlaku Sejak: 30 Hari sejak tanggal diundangkan (30 hari sejak 17 September 2015).

PP No 69 Tahun 2015 Pengecualian Alat Angkutan Tertentu yang Tidak Kena PPN

Alat angkutan tertentu yang atas impornya tidak dipungut PPN meliputi:
  1. alat  angkutan  di  air,  alat  angkutan  di  bawah  air,  alat angkutan  di  udara,  dan  kereta  api,  serta suku  cadangnya yang diimpor oleh Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia,  Kepolisian Negara  Republik  Indonesia,  dan  oleh pihak  lain  yang  ditunjuk  oleh  Kementerian  Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk melakukan impor tersebut;
  2. kapal  laut,  kapal  angkutan  sungai,  kapal  angkutan  danau dan kapal angkutan penyeberangan, kapal penangkap ikan, kapal  pandu,  kapal  tunda,  kapal  tongkang,  dan  suku cadangnya,  serta  alat keselamatan  pelayaran  dan  alat keselamatan  manusia  yang  diimpor  dan  digunakan  oleh Perusahaan Pelayaran  Niaga  Nasional,  Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional, Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhanan  Nasional,  dan  Perusahaan  Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Nasional, sesuai dengan kegiatan usahanya; 
  3. pesawat  udara  dan  suku  cadangnya  serta  alat  keselamatan penerbangan  dan  alat  keselamatan  manusia,  peralatan untuk  perbaikan  dan  pemeliharaan  yang  diimpor  dan digunakan oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional, dan  suku  cadangnya,  serta  peralatan  untuk  perbaikan  dan pemeliharaan  pesawat  udara  yang  diimpor  oleh  pihak  yang ditunjuk  oleh  Perusahaan  Angkutan  Udara  Niaga  Nasional yang  digunakan  dalam  rangka  pemberian  jasa  perawatan dan  reparasi  pesawat  udara  kepada  Perusahaan  Angkutan Udara Niaga Nasional; dan
  4. kereta  api  dan  suku  cadangnya  serta  peralatan  untuk perbaikan dan pemeliharaan serta prasarana perkeretaapian yang  diimpor  dan  digunakan  oleh  Badan  Usaha Penyelenggara  Sarana Perkeretaapian  Umum  dan/atau Badan  Usaha  Penyelenggara  Prasarana  Perkeretaapian Umum, dan komponen atau bahan yang diimpor oleh pihak yang  ditunjuk  oleh  Badan  Usaha Penyelenggara  Sarana Perkeretaapian Umum dan/atau Badan Usaha Penyelenggara Prasarana  Perkeretaapian  Umum,  yang  digunakan  untuk pembuatan  kereta  api,  suku  cadang,  peralatan  untuk perbaikan dan pemeliharaan, serta prasarana perkeretaapian yang  akan  digunakan  oleh  Badan  Usaha  Penyelenggara Sarana  Perkeretaapian  Umum  dan/atau  Badan  Usaha Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian Umum.
Alat angkutan tertentu yang atas penyerahannya tidak dipungut PPN meliputi:
  1. alat  angkutan  di  air,  alat  angkutan  di  bawah  air,  alat angkutan  di  udara,  dan  kereta  api,  serta  suku  cadangnya yang  diserahkan  kepada  Kementerian  Pertahanan,  Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  2. kapal laut, kapal angkutan sungai, kapal angkutan danau dan  kapal angkutan penyeberangan, kapal penangkap ikan, kapal pandu,  kapal  tunda,  kapal  tongkang,  dan  suku  cadangnya serta  alat  keselamatan  pelayaran  dan  alat  keselamatan manusia  yang  diserahkan  kepada  dan  digunakan  oleh Perusahaan  Pelayaran  Niaga  Nasional,  Perusahaan Penangkapan  Ikan  Nasional,  Perusahaan  Penyelenggara  Jasa Kepelabuhanan Nasional dan Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Nasional, sesuai dengan kegiatan usahanya
  3. pesawat  udara  dan  suku  cadangnya  serta  alat  keselamatan penerbangan dan alat keselamatan manusia, peralatan untuk perbaikan  dan  pemeliharaan  yang  diserahkan  kepada  dan digunakan  oleh  Perusahaan  Angkutan  Udara  Niaga  Nasional dan  suku  cadangnya  serta  peralatan  untuk  perbaikan  dan pemeliharaan  pesawat  udara  yang  diperoleh  oleh  pihak  yang ditunjuk  oleh  Perusahaan  Angkutan  Udara  Niaga  Nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan dan reparasi  Pesawat  Udara  kepada  Perusahaan  Angkutan  Udara Niaga Nasional; dan;
  4. kereta  api  dan  suku  cadangnya  serta  peralatan  untuk perbaikan dan pemeliharaan serta prasarana yang diserahkan kepada  dan  digunakan  oleh  Badan  Usaha  Penyelenggara Sarana Perkeretaapian  Umum  dan/atau  Badan  Usaha Penyelenggara  Prasarana  Perkeretaapian  Umum  dan komponen  atau  bahan  yang  diserahkan  kepada  pihak  yang ditunjuk  oleh  Badan  Usaha  Penyelenggara  Sarana Perkeretaapian Umum dan/atau Badan Usaha Penyelenggara Prasarana  Perkeretaapian  Umum,  yang  digunakan  untuk pembuatan  kereta  api,  suku  cadang,  peralatan  untuk perbaikan  dan  pemeliharaan,  serta  prasarana  yang  akan digunakan  oleh  Badan  Usaha  Penyelenggara  Sarana Perkeretaapian Umum dan/atau Badan Usaha Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian Umum.
Peraturan Pelaksana dari PP 69 Tahun 2015: PMK Nomor 193 Tahun 2015.
Selengkapnya Download PP 69 Tahun 2015

Jika ada link yang rusak mohon untuk dilaporkan lewat komentar atau kontak kami. Terima kasih
EmoticonEmoticon